Edisi R18 - #1 Rembulan di kala Malam


Ratih, begitulah sebagian orang menyebutnya. Namun ada juga yang memanggilnya Candra. Eits, tunggu dulu! Jauh di sana, mereka malah sebut itu Luna. Tapi entahlah! Mau itu Ratih, Candra, Luna, atau siapapun itu, yang pasti mereka di sini menamainya Bulan. 

Ide berkeinginan. Intuisi juga mendukung. Tapi tendon dan otot tak ingin acuh lagi terhadap bisikan-bisikan itu. Setelah terjadi percekcokan di antara mereka, barulah sebuah keputusan didapat. 

Bukan keputusan valid sih sebenarnya, namun tumpukan daging merah merona ini harus mengalah untuk kesekian kalinya. 

 Kini kita sudah sampai pada bagian keempat dane sebagian dari kita pasti bertanya “Sebenarnya apa hubungan bagian pertama dengan yang kedua? Kok gini sih?” 

 “Aaa... Tidak ada! Yap, itulah faktanya!” Jawaban singkat, padat, dan menusuk ini tiba-tiba keluar begitu saja. Tanpa mementingkan hati para pembaca, penulis terus saja meneruskan tulisannya dengan asyik. Anak kemarin Sabtu itu hanyut di dalam gelap bersama dengan seluruh gagasan-gagasannya yang tak kunjung dituangkannya ke dalam secarik kertas. Miris bukan? Engga kok, biasa saja. 

N.B.
merupakan kependekan dari notabene. Notabene sendiri berarti catatan tambahan. Peduli apa mengenai itu, mari kita lanjut ke bagian kedua: Edisi R18 - #2 Unguessed Night.
Comments

Tidak ada komentar:

Related posts
Guestbook
Author
Other


© 2017 Penyintas | Keep breathing and Sintas!
Blogger Template Win 8 design by Dark Ard from DeezClan | All rights reversed.
  • Post
  • Comments
  • Related
  • Guestbook
  • Author
  • Other