Kopi dan Sajak Kekacauan


Di kala malam sunyi
melungguh nikmati radiasi
bak terapi di pagi hari
sembari menanti sang mentari

Ingin kupejam mata ini
tapi usaha tiada arti
namun satu hal kutahu pasti
bahwa raksi ini menjadi saksi

Embuh rasanya berdemonstrasi
kepada si hitam pemilik gangsi

Sungguh malam nan pelik
dengan otak tanpa hak milik
dipaksa pecahkan problematik
yang dirasa cukup antik

Ini semua lantaran si pemilik
pemilik raksi yang tak asyik
yang membuat diri ini tergelitik
untuk mengenang satu hal yang nyentrik

Meski sudah kupakai berbagai trik
tapi tetap saja memori itu balik

Kutahu ku tak masif
perangai ku bak bocah naif
yang sukanya berlaku pasif
kendati dituntut bersikap arif

Kutahu ku masih daif
selalu terlena dengan dunia delusif
pernah terlintas hendak jadi detektif
yang berhasrat temukan bukti spekulatif

Namun hanya beroleh alternatif
yang seyogianya boleh jadi terefektif
Comments

Tidak ada komentar:

Related posts
Guestbook
Author
Other


© 2017 Penyintas | Keep breathing and Sintas!
Blogger Template Win 8 design by Dark Ard from DeezClan | All rights reversed.
  • Post
  • Comments
  • Related
  • Guestbook
  • Author
  • Other